Thursday, December 19, 2013

Setinggi 530 Meter, Inilah Tampilan Pertamina Energy Tower...


Dengan struktur bangunan terdiri dari 99 lantai, SOM merancang gedung ini sebagai gedung berdesain berkelanjutan, seperti membuat bentuk corong angin pada puncak gedungnya sebagai penangkap energi.

KOMPAS.com — Setinggi 530 meter, Pertamina Energy Tower akan menjadi kantor pusat PT Pertamina (Persero) yang akan tercatat sebagai gedung pencakar langit tertinggi kesembilan di dunia. Dirancang oleh Skidmore Owings Merrill (SOM), Pertamina Energy Tower akan menjadi nuansa baru di langit Jakarta.

Dengan struktur bangunan terdiri dari 99 lantai, SOM merancang gedung ini sebagai gedung berdesain berkelanjutan, seperti membuat bentuk corong angin pada puncak gedungnya sebagai penangkap energi. 

Dikalibrasi untuk mengikuti kondisi geografis Jakarta, fasad gedung ini dibuat melengkung dengan ekstensi fitur brise soleil yang akan memastikan suhu di dalam gedung senantiasa nyaman sepanjang tahun. Cara ini juga akan dapat mengurangi kebutuhan pencahayaan buatan. Sementara itu, jalan-jalan di sekitar gedung akan ditutup photovoltaic sebagai penghubung antargedung sekaligus melindungi paparan cuaca dan membangun berbagai ruang publik yang dapat diakses siapa saja.

Gedung ini diharapkan berfungsi sebagai "kota dalam kota", membawa bersama-sama hidup, bekerja, sekaligus ruang rekreasi. Di dalamnya akan dibangun sebuah auditorium berkapasitas 2.000 kursi, sebuah pusat olahraga besar, serta sebuah masjid besar. 

Dijadwalkan dapat beroperasi pada 2020 mendatang, SOM mengklaim bahwa pembangunan proyek ini akan mengurangi kebutuhan air pada seluruh gedung dan meminimalkan emisi karbon dioksida sebesar 26 persen, serta menghasilkan 25 persen sumber energi terbarukan pada 2020. 

Seperti diberitakan sebelumnya di Kompas.com (Pertamina Energy Tower, Nomor 9 Tertinggi di Dunia!), PT Pertamina (Persero) telah memulai retasan impian membangun salah satu pencakar langit tertinggi di Indonesia yang ditandai peletakan batu pertama, Senin (9/12/2013). Pencakar langit bernama Pertamina Energy Tower ini akan berlokasi di kawasan superblok Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan.

Pertamina Energy Tower, Nomor 9 Tertinggi di Dunia!
JAKARTA, KOMPAS.com — PT Pertamina (Persero) telah memulai retasan impian membangun salah satu pencakar langit tertinggi di Indonesia yang ditandai peletakan batu pertama, Senin  (9/12/2013).

Pencakar langit ini bernama Pertamina Energy Tower. Lokasinya berada di kawasan superblok Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan mengatakan, gedung kebanggaan Pertamina itu memiliki ketinggian 530 meter dan berisi 99 lantai.

“Luas total bangunannya mencapai 540.000 meter persegi dan akan difungsikan sebagai kantor pusat Pertamina dan anak-anak usahanya dengan kapasitas 23.000 karyawan," tutur Karen.

Ketinggian Pertamina Energy Tower masih kalah menjulang jika dibandingkan dengan menara lainnya di dunia, baik yang sudah terbangun maupun sedang dalam tahap konstruksi. Menurut Council on Tall Building and Urban Habitat (CTBUH), Pertamina Energy Tower akan menempati peringkat 9 dunia. 
Sembilan teratas supertall dan megatall dunia tersebut sebagai berikut:

1. Kingdom Tower Jeddah, Arab Saudi, (1.000 m)
2. Burj Khalifa Dubai, Uni Emirat Arab, (828 m)
3. Ping An Finance Shenzhen, China, (660 m) 
4. Wuhan Greenland Center, China, (636 m)
5. Makkah Royal Clock Tower, Arab Saudi, (601 m)
6. Goldin Finance 117 Tianjin, China, (597 m)
7. One World Trade Center New York, Amerika Serikat, (541 m)
8. CTF Guangzhou, China, (530 m)
9. Pertamina Energy Tower Jakarta, Indonesia, (530 m).

Posisi 9 terjangkung dunia ini pun bakal berubah saat Signature Tower Jakarta (STJ) memulai konstruksinya yang dijanjikan Agustus 2014 mendatang. Ketinggian menara yang dikembangkan Artha Graha Group melalui Grahamas Adisentosa ini mengangkasa hingga 638 meter (111 lantai).

Managing Director Pandega Desain Weharima, arsitek dan mitra lokal Smallwood, Reynolds, Stewart, Stewart and Associates Inc (desainer STJ), Tiyok Prasetyoadi, mengungkapkan, pada Januari 2014 STJ akan melakukan uji beban. 

"Begitu block plan rampung, kami akan langsung melanjutkan dengan uji beban. Kami tinggal menunggu IMB yang keluar pada Juni 2014. Sementara restu dari Dinas Tata Ruang sudah kami kantongi," ujar Tiyok kepada Kompas.com, Senin (9/12/2013).

Pertamina Energy Tower sendiri dijadwalkan dapat beroperasi pada 2020 mendatang, seiring dengan ambisi sebagai perusahaan energi terbesar di Asia Tenggara pada 2025 (ASEAN Energy Champion).

No comments:

Post a Comment