ILUSTRASI - Green hotel. Sebuah hotel menerapkan kebijakan untuk handuk yang digunakan kembali oleh tamu akan berkontribusi pada penanaman pohon.
JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah eco-hotel atau hotel ramah lingkungan ibarat investasi di masa depan. Hal tersebut dirasakan pula oleh jaringan operator hotel Tauzia Hotel Management yang mengelola hotel bujet, POP Hotel.
"Hotel POP fokus sekali pada eco-friendly. Untuk POP, memang (perlu) investasi lebih tinggi karena memakai solar panel, shower pod, juga pre-fabpanel. Pre-fab panel itu dinding atau fasad hotel POP," kata Corporate Communications Manager Tauzia Hotel Management, Yani Sinulingga kepadaKompas.com, Selasa (16/4/2013).
Penggunaan pre-fab panel dan shower pod yang tinggal pasang, lanjut Yani, akan mempercepat masa pembangunan hotel. Dalam 10 bulan ke depan, hotel ini sudah akan berdiri.
"Saat ini masih dalam operasional, POP hotel sudah bisa menghemat energi sampai 30 persen," ungkap Yani.
Sementara itu, Director of Operations Green Building Council Indonesia (GBCI) Rana Yusuf Nasir mengatakan, jumlah hotel ramah lingkungan saat ini terus bertambah. Hal ini sangat penting untuk menjaga kelestarian lingkungan serta mengurangi dampak kerusakan pada lingkungan.
"Ada kriteria yang harus dipenuhi sebuah eco-hotel, yaitu nilai-nilai peletarian dengan melakukan 3R, yaitu reduse, reuse, recycle. Lalu, bangunan yang sehat dan nyaman sehingga membuat tamu pun sehat dan senang, serta hemat energi dan air," jelasnya pada seminar mengenai "Hospitality Investment World Indonesia 2013" beberapa.
Rana menambahkan, sebenarnya setiap eco-hotel mampu menghemat biaya operasional hotel sehingga menaikkan keuntungan. Memang, modal di awal untuk membangun eco-hotel lebih mahal.
"Modal awal memang naik tujuh persen. Tapi, nantinya bisa mengurangi biaya operasional sampai 25 persen," katanya.
Sementara itu, Vice Chairman Rama Hotels & Resorts Bali Nyoman Santiawan, mengatakan bahwa dalam dua tahun hotelnya merasakan pengurangan biaya operasional hotel sejak menjadi eco-hotel.
"Kami menggunakan panel surya, dan itu memang mahal. Kami mengharapkan adanya subsidi dari pemerintah bagi bangunan yang mau menggunakan teknologi ini," katanya.
Nyoman juga menyarankan untuk menggunakan bahan-bahan lokal. Penggunaan bahan lokal akan mengurangi emisi kendaraan.
Sepakat dengan Nyoman, Senior Vice President, Construction - Design & Technical Services, Asia Pasicif Accor, Kingsley Amose, menyarankan agar hotel tak perlu boros dalam penataan ruangan dan penggunaan teknologi.
"Jangan sia-siakan ruangan kosong dan jangan terlalu boros dalam hal teknologi. Konsumsi terbesar terutama di lampu. Padahal, kita bisa memanfaatkan sinar matahari dengan jendela-jendela besar, misalnya," kata Kingsley.
Ia menambahkan, konsumsi air bisa dihemat hingga 55 persen, jika air diolah kembali. Misalnya, lanjut Kingsley, air sisa mandi bisa diolah untuk menyiram tanaman.
"Biasanya tiga sampai empat tahun baru terasa dampak keuntungannya," ungkap Kingsley.
Turis Semakin Menyukai Hotel Ramah Lingkungan
JAKARTA, KOMPAS.com - Apakah Anda pernah memilih sebuah hotel untuk tempat menginap berdasarkan faktor ramah lingkungan? Belakangan, banyak hotel berdiri dengan konsep eco-hotel atau hotel ramah lingkungan.
Turis Semakin Menyukai Hotel Ramah Lingkungan
JAKARTA, KOMPAS.com - Apakah Anda pernah memilih sebuah hotel untuk tempat menginap berdasarkan faktor ramah lingkungan? Belakangan, banyak hotel berdiri dengan konsep eco-hotel atau hotel ramah lingkungan.
Sudah terbukti bangunan yang ramah lingkungan menarik bisnis. Pelanggan yang sadar ramah lingkungan akan lebih memilih menginap di eco-hotel.
-- Kingsley Amose
Salah satunya adalah POP Hotel yang dikelola oleh Tauzia Hotel Management Hotels. POP Hotel yang termasuk kategori bujet menerapkan konsep hotel yang ramah lingkungan baik bangunan dan sistem pengelolaannya.
"Survei khusus mengenai konsumen Indonesia memilih berdasarkan faktor 'green' belum ada. Tapi kami yakin ke depan market Indonesia makin sadar lingkungan. Apalagi generasi muda makin sadar lingkungan," kata Corporate Communications Manager Tauzia Hotel Management, Yani Sinulingga kepada Kompas.com, Selasa (16/4/2013).
Sebelumnya, Vice Chairman Rama Hotels & Resorts Bali, Nyoman Santiawan, menuturkan bahwa kompetisi hotel di Bali semakin ketat. Selain menjaga lingkungan, eco-hotel bisa menjadi positioning hotel yang lebih baik.
"Juga sarana untuk mendidik pelanggan untuk hidup lebih 'green'. Prediksinya tahun 2015, sumber air bersih di Bali akan mulai bermasalah. Jadi sebelum ini mulai terjadi, kami berusaha mencegahnya dengan mengelola penggunaan air di hotel," jelasnya saat dalam seminar "Hospitality Investment World Indonesia 2013" di Jakarta, beberapa waktu yang lalu.
Nyoman mengakui banyak biro perjalanan wisata berbasis online yang memiliki sistem pencarian untuk hotel-hotel ramah lingkungan. Ia melihat semakin banyak orang yang lebih memilih hotel ramah lingkungan.
"Makin banyak orang peduli pada lingkungan. Kami menerima tamu repeater yang percaya dengan menginap di hotel kami maka bisa berkontribusi pada lingkungan," tutur Nyoman.
Sementara itu, dalam seminar yang sama, Senior Vice President, Construction - Design & Technical Services, Asia Pasicif Accor, Kingsley Amose, menuturkan eco-hotel mampu menarik kunjungan tamu.
"Sudah terbukti bangunan yang ramah lingkungan menarik bisnis. Pelanggan yang sadar ramah lingkungan akan lebih memilih menginap di eco-hotel," katanya.
Sedangkan Director of Operations Green Building Council Indonesia, Rana Yusuf Nasir mengungkapkan masalah utama di Indonesia adalah konsumsi energi dan air. Oleh karena itu, eco-hotel bisa ikut membantu dalam menangani masalah tersebut.
"Biaya untuk konsumsi energi, penerangan dan lain-lain, akan terus tinggi. Di India, China, dan Asia Tenggara, biayanya terus meninggi," kata Kingsley.
Ia memberi contoh hotel di China. Hotel-hotel di China, terpaksa memotong keuntungannya sebesar 20 persen karena konsumsi energi. Menurutnya, hotel-hotel di Asia Tenggara menghadapi kondisi yang tak jauh berbeda.
"Bayangkan jika harus memotong keuntungan tersebut meningkat jadi dua kali lipat. Anda (para pemilik dan pengelola hotel) tak punya pilihan lain selain untuk menjadi hotel ramah lingkungan," kata Kingsley.
No comments:
Post a Comment