Pertumbuhan tingkat hunian tersebut juga dibarengi kenaikan tarif kamar sebesar rata-rata 4,45 persen ketimbang kuartal keempat tahun lalu. Tercatat, hotel bintang 3 mengalami peningkatan harga 6,2 persen menjadi rata-rata Rp 664.300. Kelas hotel di atasnya mencapai pertumbuhan harga 7,2 persen menjadi Rp 799.552, dan 2,7 persen untuk hotel bintang 5 yang mencapai Rp 1.340.409 per malam.
JAKARTA, KOMPAS.com - Pengembangan hotel di Jakarta akan terus menunjukkan performa menggembirakan. Hal ini dipicu oleh tingkat permintaan yang stabil dan cenderung meningkat seiring positifnya pertumbuhan ekonomi.
Government spending dan ekspansi usaha dari perusahaan nasional dan multinasional yang membutuhkan tempat untuk mengakomodasi aktifitas meeting, incentive, conference and exhibition (MICE) yang kian pesat juga berimplikasi pada perbaikan performa tingkat serapan hotel. Ditambah lagi sepanjang 2012 Bandara Internasional Soekarno-Hatta termasuk dalam 10 bandara paling sibuk di dunia dalam segi jumlah penumpang. Ini menyebabkan sektor perhotelan akan terus bertumbuh dengan pesat.
Hal tersebut dipaparkan Coldwell Banker Indonesia dalam risetnya yang melaporkan, bahwa tingkat hunian semua strata hotel berada pada posisi di atas 50 persen selama triwulan I 2013. Kinerja paling menonjol diperlihatkan hotel-hotel kelas bintang 3, yakni 74,11 persen, disusul hotel bintang 4 sekitar 70 persen, serta hotel bintang 5 dengan tingkat okupansi mencapai 66,62 persen.
Pertumbuhan tingkat hunian tersebut juga dibarengi kenaikan tarif kamar sebesar rata-rata 4,45 persen ketimbang kuartal keempat tahun lalu. Tercatat, hotel bintang 3 mengalami peningkatan harga 6,2 persen menjadi rata-rata Rp 664.300. Kelas hotel di atasnya mencapai pertumbuhan harga 7,2 persen menjadi Rp 799.552, dan 2,7 persen untuk hotel bintang 5 yang mencapai Rp 1.340.409 per malam.
Ke depan, Jakarta akan diramaikan oleh kehadiran 42 hotel baru hingga kuartal keempat 2014 mendatang. Dari sejumlah hotel tersebut, 21 di antaranya merupakan hotel berklasifikasi bintang empat, 13 hotel bintang tiga, dan sisanya hotel bintang lima. Hotel kelas mewah ini mayoritas terdistribusi di kawasan CBD Jakarta dengan cakupan wilayah Kemang, Kasablanka, Satrio, Menteng, Senayan, Senopati, Gatot Subroto dan Kemayoran. Adapun brand hotel internasional yang akan mengelola hotel-hotel tersebut adalah, JW Marriott, Raffless, Fairmont, Langham, St.Regis dan Grand Mercure.
No comments:
Post a Comment